Kembalinya Sang Raksasa Yang Hilang ( NOKIA )

ANDROID UNIVERSAL - Di era digital seperti sekarang ini, siapapun pasti tak bisa hidup tanpa smartphone, kalaupun bisa setidaknya jika dalam melalukan aktifitas sehari-hari pasti akan terhambat jika tidak didukung oleh gadget yang satu ini.
Smartphone telah menjelma dari yang dulu hadir hanya sebagai alat komunikasi jarak jauh dan kini telah menjadi layaknya partner hidup yang tak bisa kita lepaskan. Pada era kebangkitan Smartphone ( atau yang kita sebut dulunya sebagai handphone / hp ) sekitar awal tahun 2000-an, sudah pasti kita tahu betul biaya yang harus dikeluarkan demi menebus media yang satu ini, dari susahnya pulsa tanpa elektrik, kartu perdana yang mahal, pulsa yang minimal di jual senilai 50.000, bahkan mahalnya harga alat ini.
Kita tidak akan membahas masalah sejarah handphone atau susah senangnya bersama handphone, tetapi yang akan kita bahas adalah brand yang menjadi penguasa bahkan layak kita sebut sebagai moyangnya telepon genggam saat ini. Siapa lagi kalau bukan NOKIA.

Nokia, perusahaan raksasa yang menjadi penguasa di era revolusi handphone, brand yang satu ini menjadi satu-satunya perusahaan  yang pernah menduduki pangsa pasar dengan penjualan total 41% pada 2007, bahkan hingga saat ini samsung atau apple yang menjadi raksasa ponsel pintar pun tak pernah meraih penjualan dunia sebanyak itu.

Salah satu seri yang paling fenomenal besutan Nokia adalah Nokia seri 3310, ponsel yang paling laku sepanjang sejarah Nokia. Di dunia, angka penjualan 3310 mencapai 126 juta unit. Nokia menjadi salah satu pelopor mobile gaming, dengan popularitas game 'Snake' dan juga mengawali revolusi ponsel yang memasukkan antena ke dalam bodi. Selain itu, ponsel 3310 adalah salah satu produk yang paling terkenal karena ketangguhannya, sehingga tak salah jika pada tahun ini ( 2017 ), Nokia merilis seri Nokia 3310 Reborn agar para pengguna ponsel di belahan bumi manapun bisa bernostalgia.

Beralih dari seri ponsel besutan nokia di atas, OS yang juga sempat melegenda dan terpopuler hingga sekarang yaitu Symbian OS.
Setelah memperkenalkan seri Nokia 3200 yang mengawali ponsel layar berwarna, memiliki kamera resolusi 0,1 MP dan menggunakan sistem operasi Java di tahun 2003, Nokia selanjutnya memperkenalkan seri Nokia 7650 dan pertama kali menggunakan Sistem Operasi Symbian, OS Symbian menjadi OS yang paling diminati sepanjang sejarah, terbukti dengan banyaknya pengguna OS Symbian dari awal diperkenalkannya di bumi ini. Hingga saat ini, seri Nokia E ( contohnya : E63 ) masih banyak dicaari oleh pecinta Symbian karena selain kemampuan yang tidak tergolong rendah juga OS Symbian bisa di MOD ( Hack ) sehingga user tidak pernah bosan menggunakan OS yang satu ini.

Karena tuntutan gaya hidup dan adanya rasa ingin lebih pada diri manusia, Nokia pun mengeluarkan Ponsel gaming seperti N-Gage / QD, yang pada masanya sangat antusias diterima oleh pengguna, selain karena bentuk fisiknya menyerupai kontroller juga karena fitur gaming sangat diperhatikan di seri ini, hingga Nokia pun menggandeng perusahaan gaming terkemuka yaitu Gameloft.
Nokia juga yang pertama kali merilis seri smartphone termahal. Namun, mereka tidak menyebutnya sebagai smartphone, tetapi seri Communicator, di tahun 2004 diluncurkan Communicator 9500 dengan harga hampir Rp10 juta.
Sayangnya, kejayaan Communicator tak seperti yang diharapkan. Ketika Apple dan Android booming setelah memperkenalkan ponsel dengan layar sentuh. Nokia seri Communicator yang hanya mengandalkan OS Symbian mulai tersingkir. Nokia melakukan kerja sama dengan microsoft demi menekan pasar agar mereka tak terpuruk, namun sayangnya tindakan tersebut gagal.

Kabar mengejutkan pun datang pada akhir tahun 2013, yang menyatakan bahwa Nokia akan dibeli oleh perusahaan ternama milik Bill Gates yaitu Microsoft, dengan total dana USD 7,2 Milyar. 
Nokia Lumia 730 dan 830 merupakan handset terakhir yang beredar di pasaran. Dari The Verge kami mendapatkan bahwa Microsoft memastikan jika mereka tidak akan lagi menggunakan embel-embel Nokia di bagian belakang Lumia. 


Pada 18 Mei 2016, Microsoft mengumumkan penjualan divisi ponsel dengan Nokia ke FIH Mobile, yang merupakan perusahaan patungan Foxconn bersama HMD Global. Keduanya bermitra dengan Nokia Technologies untuk membuat perangkat Nokia.

Sekarang di era teknologi yang semakin maju ini semua perusahaan berlomba untuk membuat sebuah karya yang dapat digemari bahkan dicintai oleh konsumen. Bersama dengan Google, pihak HMD Global bekerja sama dengan menggunakan OS besutan Google yaitu Android, yang hingga saat ini menjadi OS yang paling banyak digunakan di dunia.

Bisa kita lihat bersama, sepertinya HMD Global yang memegang hak penjualan brand Nokia sangat serius untuk mengembalikan posisi Nokia ke puncak kejayaan-nya, sebagai contoh Nokia sendiri telah merilis seri Nokia 5 dan Nokia 6, walau tanpa ciri khas namun seri tersebut layak diacungi jempol, selain teknologi yang disematkan tergolong tinggi seperti adanya fitur Fingerprint Sensor, dan Carl Zeiss Optic di bagian kamera. 
Dengan harga yang dapat dijangkau dan teknologi kelas atas, Nokia sangat layak untuk diperhitungkan oleh raksasa teknologi saat ini seperti Apple dan Samsung.

Apakah bendera kejayaan Nokia akan berkibar di puncaknya atau akan sama nasibnya seperti saat di akuisisi oleh Microsoft ? Kita tunggu saja jawabannya.

0 komentar:

Posting Komentar